History Hacker and Cracker

Terminologi hacker muncul pada awal tahun 1960-an diantara
para anggota organisasi mahasiswa Tech Model Railroad Club di
Laboratorium Kecerdasan Artifisial Massachusetts Institute of
Technology (MIT). Kelompok mahasiswa tersebut merupakan
salah satu perintis perkembangan teknologi komputer dan mereka
berkutat dengan sejumlah komputer mainframe.

Kata hacker pertama kalinya muncul dengan arti positif untuk
menyebut seorang anggota yang memiliki keahlian dalam bidang
komputer dan mampu membuat program komputer yang lebih baik
ketimbang yang telah dirancang bersama.

Hacker dan Cracker

Menurut Mansfield, hacker didefinisikan sebagai seseorang yang
memiliki keinginan untuk melakukan eksplorasi dan penetrasi
terhadap sebuah sistem operasi dan kode komputer pengaman
lainnya, tetapi tidak melakukan tindakan pengrusakan apapun, tidak
mencuri uang atau informasi.

Sedangkan cracker adalah sisi gelap dari hacker dan memiliki
kertertarikan untuk mencuri informasi, melakukan berbagai macam
kerusakan dan sesekali waktu juga melumpuhkan keseluruhan
sistem komputer.

Hacker juga memiliki kode etik yang pada mulanya diformulasikan
dalam buku karya Steven Levy berjudul Hackers: Heroes of The
Computer Revolution, pada tahun 1984. Yaitu :
1. Akses ke sebuah sistem komputer, dan apapun saja dapat
mengajarkan mengenai bagaimana dunia bekerja, haruslah
tidak terbatas sama sekali
2. Segala informasi haruslah gratis
3. Jangan percaya pada otoritas, promosikanlah desentralisasi
4. Hacker haruslah dinilai dari sudut pandang aktifitas
hackingnya, bukan berdasarkan standar organisasi formal atau
kriteria yang tidak relevan seperti derajat, usia, suku maupun
posisi.
5. Seseorang dapat menciptakan karya seni dan keindahan di
komputer
6. Komputer dapat mengubah kehidupan seseorang menjadi lebih
baik.

Penggolongan Hacker dan Cracker
Recreational Hackers, kejahatan yang dilakukan oleh netter tingkat pemula untuk sekedar mencoba kekuranghandalan sistem sekuritas suatu perusahaan Crackers/Criminal Minded hackers, pelaku memiliki motivasi untuk mendapat keuntungan finansial, sabotase dan pengerusakan data. Tipe kejahatan ini dapat dilakukan dengan bantuan orang dalam.Political Hackers, aktifis politis (hacktivist) melakukan pengrusakan terhadap ratusan situs web untuk mengkampanyekan programnya, bahkan tidak jarang dipergunakan untuk menempelkan pesan untuk
mendiskreditkan lawannya.

Sumber:Modul mahasiswa (Etika Profesi IT).
Share this with

Bookmark and Share

History Hacker and Cracker